Tumbuhkan Tanggung Jawab Dalam Diri Anak

Pendidikan dan Keluarga — By on July 31, 2012 at 12:56 pm

Seluruh aspek dalam kehidupan manusia terkait dengan tanggung jawab terhadap Allah Swt dan orang lain, orang tua, anak, dan lainnya. Setiap orang tua harus mulai menanamkan rasa tanggung jawab dalam diri anak sejak usia dini.

Di antara berbagai tanggung jawab di pundak manusia adalah tanggung jawab mereka di hadapan Allah Swt. Yaitu dalam mematuhi perintah Allah Swt. Jika tidak dipupuk sejak dini, maka di masa mendatang sang anak tidak akan dapat melakukan tanggung jawabnya dalam menunaikan taklif ilahi. Selain itu, dia juga tidak dapat diharapkan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab individu dan sosialnya.

Tulisan ini akan menjelaskan secara singkat cara mendidik anak untuk menjadi seorang yang bertanggung jawab di masa depan.

Harus diperhatikan bahwa pendidikan anak, orang tua harus mengetahui batasan tanggung jawab yang sesuai dengan usia dan kemampuan nalar sang anak.karena jika tidak dilakukan secara proporsional, maka anak akan menilai buruk tanggung jawab tersebut dan berusaha menghindarinya.

Jika anak dipaksakan untuk bertanggung jawab, maka ada dua kemungkinan, pertama berpotensi menimbulkan dampak negatif pada sisi fisik anak, dan kedua dapat menumbuhkan sikap melawan dan agresif pada perilaku anak.

Jenis tanggung jawab yang diberikan kepada anak juga harus ringan, yaitu yang paling cepat dikerjakan. Jika orang tua mengacu pada tujuan yang besar, maka tujuan tersebut harus dibagi ke dalam bagian-bagian kecil dan menyerahkannya kepada anak untuk dilakukan secara bertahap.

Dengan membagi tujuan tersebut ke dalam bagian-bagian kecil dan memudahkan anak melakukannya, akan muncul dorongan dalam diri anak dan menimbulkan kepercayaan diri, karena dia berhasil melaksanakan tugasnya.

Orang tua harus membantu anak dalam melaksanakan tugasnya dan ikut berpartisipasi. Partisipasi orang tua adalah dengan memberikan bimbingan bagaimana sang anak dapat mencapai tujuannya. Bantuan orang tua keoada anak sedapat mungkin harus dilakukan secara tidak langsung guna menghindari anak terlalu mengandalkan orang lain.

Perlu diketahui bahwa tanggung jawab tidak dapat dan tidak boleh dipaksakan kepada anak, melainkan harus sesuai dengan semangat dan keinginan anak. Pengalaman membuktikan bahwa tanggung jawab yang dipaksakan tidak akan dapat bertahan lama dan bahkan terkadang berdampak kontraproduktif.

1 Comment

  1. Ahmad Rahmad says:

    Maka yang sebenarnya harus dilakukan orang tua adalah mengutamakan pendidikan bagi anaknya, karena inilah yang terpenting. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda,
    مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ اَفْضَلُ مِنْ اَدَبٍ حَسَنٍ
    “Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih baik dari pada pendidikan yang baik”
    Hal yang paling utama dan pertama yang harus diterima oleh anak dari orang tuanya adalah pendidikan yang baik, utamanya pendidikan tentang agama. Dengan demikian anak akan terbimbing menjadi manusia yang berakhlak dan bermoral, dan akan mampu menjalani kehidupan ini sesuai dengan ajaran Islam.
    Sebaliknya, jika orang tua lebih mengutamakan keahlian-keahlian lain selain pengetahuan agama. Semisal bagaimana mendidik anak agar bisa bernyanyi sehingga dapat tampil di televisi. Bagaimana caranya agar bisa memperoleh harta dan menjadi orang populer. Maka jelas hal ini akan membentuk anak memiliki akhlak yang tidak baik.
    Rasulullah SAW telah memperintahkan kepada kita dalam hadits,
    اَدِّبوُااَوْلاَ دَكُمْ عَلىَ ثَلاَثِ خِصاَلٍ حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَاَهْلِ بَيْتِهِ وَقِرَائَةِ اْلقُرْاَنِ
    “Ajarilah anak-anakmu tiga perkara: cinta kepada nabi kalian, cinta kepada keluarga nabinya, dan membaca Al-Quran”
    syukran….Ahmad.R

Leave a Comment


Nice Theme
WordPress Themes