Ridwan Kamil: PSBB di Bogor, Depok, Bekasi Dimulai 15 April Selama Dua Pekan

By on April 12, 2020

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di lima daerah yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi (Bodebek) akan dimulai pada 15 April mendatang. Hal itu ia sampaikan seusai melakukan video konferensi bersama lima kepala daerah di Bodebek beserta jajaran keamanan, Minggu (12/4/2020). “Pak Menkes sudah mengirimkan surat persetujuan kemarin sore, yang menyatakan bahwa lima wilayah di Provinsi Jabar disetujui melaksanakan PSBB. Kami koordinasikan dan menetapkan bahwa PSBB di lima wilyah akan dimulai di hari Rabu dini hari tanggal 15, bulan April selama 14 hari,” tutur Emil, sapaan akrabnya di Gedung Pakuan.

Menurut Emil, PSBB tak jauh beda dengan imbauan social distancing dari pemerintah. Hanya kali ini, aparat hukum diberikan kewenangan untuk memberi sanksi. Kebijakan lainnya pun akan diatur oleh bupati dan wali kota. “Perbedaan PSBB dengan sebelumnya, sekarang aparat hukum diberikan kewenangan sanksi dari wali kota dan bupati. Termasuk ojol diserahkan kebijakannya apakah dibolehkan atau tidak diserahkan ke wali kota bupati. Pabrik yang masih buka, saya sudah instruksikan mana yang boleh dan tidak boleh buka,” ungkap dia. Ia menambahkan, PSBB di tingkat kabupaten akan berbeda dengan di kota.

Emil mengatakan, akan ada skema berbeda mengingat wilayah kabupaten memiliki banyak pedesaan. “Yang menarik dari PSBB di lima wilayah, ada sifatnya kabupaten. Kabupaten ini berbeda mereka memiliki desa sehingga tidak bisa dilakukan PSBB seperti DKI Jakarta. Kabupaten Bogor dan Bekasi memutuskan PSBB dibagi dua. Kecamatan tertentu di zona merah akan (PSBB) maksimal, sementara di zona lainnya akan menyesuaikan,” ujar dia.

PSBB Bogor, Depok, Bekasi, Ridwan Kamil Jelaskan Sumber Bantuan Warga

Lima daerah di Jawa Barat yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi (Bodebek) akan melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua pekan mulai 15 April mendatang. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan, jika pemerintah telah menyiapkan skema bantuan bagi masyarakat terdampak. Penerima bantuan ini akan dibagi menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah warga miskin yang sudah terdata dalam sensus ekonomi.

Sementara, golongan kedua adalah mereka yang belum terdata karena masuk kelompok rawan miskin baru termasuk para pendatang atau perantau. Ia menuturkan, bantuan untuk golongan pertama akan dibantu melalui APBN dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Prakerja. “Bantuan dari Bodebek ini ada dari tujuh pintu, yaitu, melalui PKH, kartu sembako yang sudah rutin, kartu prakerja, bantuan Presiden lewat bansos Rp 600.000. Yang di kabupaten mereka akan dibantu melalui dana desa, kalau masih belum cukup ada dana sosial dari provinsi, kalau masih kurang akan diberikan (bantuan dari) dana sosial kota kabupaten di lima wilayah tersebut,” kata Emil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (12/4/2020). Emil mengaku, telah menginstruksikan para kepala daerah untuk melakukan pendataan para penerima bantuan. Ia berharap bantuan itu bisa tepat sasaran. Adapun waktu distribusi bantuan akan bervariasi. Bantuan pemerintah provinsi akan mulai didistribusikan saat PSBB mulai dilaksanakan pada Rabu (15/4/2020) mendatang.

Dilanjutkan dengan distribusi bantuan dari pemerintah pusat sepekan ke depan.

Di samping itu, Emil pun akan menyiapkan Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu). Gerakan itu datang dari tingkat RT dan RW yang menyediakan dapur umum, sekaligus menerima dan mengakomodir bantuan dari sesama warga atau mereka yang berkecukupan. “Akan ada dapur umum untuk mereka (warga terdampak) agar tidak kelaparan. Yang bisa menyumbang makanan, silahkan koordinasikan dengan RT RW-nya. Semua RW di wilayah PSBB harus siaga, membantu sesama dan saling mengingatkan untuk waspada,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *