Partai Idaman Rhoma Irama Patut Diperhitungkan

By on April 14, 2016

Idaman

Rhoma Irama akan menggelar deklarasi nasional partainya, Partai Idaman, Rabu esok, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Partai bentukan Rhoma ini, dinilai pakar politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, berpotensi menjadi partai yang diperhitungkan, tak hanya jadi partai “penggembira.”

Kehadiran Partai Idaman, kata Hendri, dapat menggerus dukungan bagi partai-partai berbasis massa Islam yang lain, asalkan Rhoma sebagai pendiri tak hanya mengandalkan nama besarnya untuk meraih dukungan masyarakat.

“Kalau bicara dukungan, Rhoma punya loyalis yang kuat,” kata Hendri kepada CNN Indonesia, Selasa (13/10).

Meski demikian, ujar Hendri, suara penggemar Rhoma tak bisa diandalkan untuk sebuah kendaraan politik berwujud partai.

Oleh sebab itu Rhoma harus bisa merekrut kader di daerah yang bisa mendekatkan partai barunya ini ke masyarakat. Program-program partai yang ditawarkan juga harus riil sehingga masyarakat tak ragu untuk memberikan dukungan.

Selain itu, kata Hendri, figur Rhoma sebagai Raja Dangdut yang dekat dengan tokoh-tokoh Islam jadi salah satu penentu. Apalagi Rhoma selama ini kerap dikaitkan dengan beberapa partai Islam lain seperti Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Pembangunan.

Rhoma pernah bergabung di PPP dan PKB sebelum mendirikan Partai Idaman. Rhoma bahkan menjadi salah satu faktor pengatrol suara PKB dalam pemilu legislatif tahun lalu, ketika PKB menyatakan akan mengusung Rhoma sebagai calon presiden.

Ini pula yang membuat Hendri yakin keberadaan Partai Idaman yang didirikan Rhoma bisa menggerus dukungan PKB.

Dukungan juga bisa diambil Rhoma dari PPP. Bukan tidak mungkin kebesaran nama PPP yang saat ini tengah dirundung masalah dualisme kepengurusan bisa dilampaui oleh Partai Idaman.

Apalagi, kata Hendri, jika Rhoma bisa merekrut tokoh-tokoh besar yang punya nama untuk meraih dukungan. Sosok tokoh menurutnya masih jadi hal yang penting untuk meraih dukungan politik.

Ia mencontohkan saat Susilo Bambang Yudhoyono mendirikan Partai Demokrat tahun 2001. Sosok SBY yang sangat kuat kala itu menjadi faktor penentu Demokrat jadi partai politik yang disegani di Indonesia sampai saat ini.

Cara yang sama tak meski dilakukan oleh Rhoma. Bisa saja, kata Hendri, Rhoma dengan Partai Idaman-nya menyatakan dukungan untuk pemerintahan Joko Widodo. Jika dukungan ini kemudian disambut baik Jokowi, ini jadi nilai lebih Partai Idaman.

Partai Idaman Rhoma Irama Klaim Tak Punya Modal

Raja Dangdut Rhoma Irama mengatakan sedang sibuk menyusun struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Islam Damai dan Aman alias Partai Idaman yang belum lama ini dia didirikan.

Proses penyusunan kepengurusan dilakukan mulai tingkat pusat hingga kecamatan sebagai bentuk persiapan deklarasi resmi partai. “Insya Allah tanggal 22 Agustus kami akan deklarasi dan sekaligus melantik pengurus DPP dan DPW,” ujar Rhoma di Jakarta, Senin (20/7).

Meski Partai Idaman belum genap satu bulan dibentuk, Rhoma mengklaim sudah mendulang dukungan dari pelosok daerah. Oleh sebab itu ia yakin partainya bisa berevolusi menjadi partai besar sesuai target pada 2019.

“Banyak yang ingin jadi anggota Partai Idaman. Mantan-mantan Jenderal (TNI) ada beberapa. Tapi belum boleh disebutin. Artis juga sudah banyak,” kata Bang Haji.

Terlepas dari niat membangun Idaman menjadi partai besar di Indonesia, Rhoma mengaku hingga saat ini partainya belum ditunjang oleh modal masif. Alih-alih mengucuri modal ke pelosok, Rhoma malah mengklaim kader-kadernya berinisiatif merogoh kocek masing-masing sebagai modal partai.

“Saya enggak punya modal materi, tapi saya punya modal sosial. Kalau partai lain harus kucurkan dana ke daerah untuk membangun kantor, kami alhamdullilah sudah ada (kader) yang membangun kantor sendiri,” kata Rhoma.

Menurut Rhoma, Partai Idaman menawarkan nilai-nilai Islam yang penuh kasih dan rahmatan lil alamin atau membawa berkah bagi semesta alam. Oleh sebab itu meski masuk kagetori partai Islam, Idaman diproyeksikan menjadi partai terbuka bagi seluruh umat, termasuk nonmuslim.

Sebelum mendirikan Partai Idaman, Rhoma pernah bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan dan terakhir dengan Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan Muhaimin Iskandar. Pada kampanye Pemilu 2014, Rhoma aktif berkampanye untuk PKB dan diduga menjadi faktor penting yang mengerek perolehan suara PKB ke posisi lima besar dengan angka raihan suara 9,04 persen.

Sumber: CNN Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *