LEZATNYA EMPAL GENTONG H. APUD

By on Februari 24, 2018

Setiap usaha pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seperti bisnis kuliner yang mempunyai masa kadaluarsa atau daya tahan dalam tempo tertentu. Ada yang singkat dan panjang. Selain itu, adalah kelebihan atau keunikan tersendiri.

Bisnis kuliner adalah bisnis yang selalu ramai dan tak pernah sepi peminat apalagi sebuah masakan khas yang sudah terkenal lama seperti  Rumah Makan Empal Gentong Haji Apud yang terletak di Jalan Ir.H.Juanda sekitar 5 kilometer arah barat dari pusat Kota Cirebon.

Para pengunjung silih berganti berdatangan mulai pagi hingga malam hari, hanya untuk membuktikan rasa penasarannya akan kenikmatan empal gentong.

Kalangan pecinta kuliner nusantara tentu sangat familiar dengan makanan khas masyarakat Cirebon yang memiliki kemiripan dengan gulai ini.

Dalam pembuatannya, empal gentong dimasak dalam gentong dan menggunakan kayu bakar. Konon, cara memasak dalam gentong tanah liat akan membuat makanan menjadi lebih sedap. Karenanya, menu kuliner ini dinamakan empal gentong.

“Ketika itu yang pertama ditawarkan adalah empal gentong. Ini karena empal gentong jauh lebih populer ketimbang empal asem,” ujarnya, saat ditemui di RM Empal Gentong dan Empal Asem H Apud. Menu yang disajikan di RM.Empal Genton H.Apud adalah  empal gentong, empal asem, dan sate kambing muda.

Begitu mencicipi, rasa empal gentong dan empal asem buatan Haji Apud ini memang istimewa, enak sekali. Rasa empal gentongnya pas, bumbu rempahnya juga pas. Begitu juga dengan empal asemnya, rasanya sangat segar. Kedua kuliner ini bisa dinikmati dengan nasi atau dengan lontong, tergantung selera. Untuk satu porsi empal gentong dan empal asem, satu porsi nasi dan lontong, 5 krupuk, satu es teh tawar dan satu teh tawar hangat, semuanya hanya Rp 38.500,- saja!

Harga ini jelas murah sekali untuk empal seistimewa itu, ditambah pelayanan para pramusajinya yang ramah, serta temapt yang nyaman dan cukup luas, Empal “H. Apud” ini memang special, yang terbaik yang Cirebon punya. Saat ini RM.Empal Gentoh H.Apud sudah memiliki tiga cabang tidak heran jika banyak pengunjung dari luar kota yang setiap hari, khususnya weekend datang untuk mencicipi Empal “H. Apud” ini.

Jatuh Bangun Usaha Kini Sukses Berbisnis Kuliner

Haji Apud bercerita, membuka warung empal gentong pada 1993 hanya modal nekat. Daripada menganggur tanpa punya penghasilan, dia memberanikan diri mengajak pedagang empal gentong keliling untuk bekerja sama. Tujuannya, selain bisa patungan berbisnis juga sekalian bisa belajar bagaimana membuat empal gentong yang lezat.

Ternyata seorang pedagang empal gentong keliling bersedia diajak kerja sama. Sebuah warung sederhana pun didirikan di tepi Jalan Ir H Juanda, Battembat, Kabupaten Cirebon. Empal gentong murah-meriah dengan harga Rp 1.500 per porsi ditawarkan di warung tersebut.“Waktu itu modal awal usaha saya hanya Rp 300.000-an. Saya beli daging sapi dan jeroan sekitar 10 kilogram lalu dibikin empal,” kata Haji Apud.

Setelah beberapa tahun berjalan, ternyata sang partner mengundurkan diri. Haji Apud pun bersolo karier. Berkat keuletannya, bisnis empal Haji Apud menuai sukses. Haji Apud dan istri pun bisa menunaikan ibadah haji pada 2009, dan jumlah karyawan di warung empalnya bertambah hingga mencapai 25 orang.

Bukan hanya itu, jumlah empal yang diproduksi terus meningkat. Dari semula hanya menghabiskan 10-15 kilogram daging per hari, kini menjadi 70 kilogram per hari di hari biasa. Sementara akhir pekan mencapai 1 kuintal daging.

Setiap 1 kilogram daging bisa hasilkan 10 porsi empal gentong dan empal asem. Harga yang ditawarkan Rp 16.000 per porsi belum termasuk nasi atau lontong. Jika ditambahkan nasi, harga ditambah Rp 5.000. Artinya, Haji Apud mampu kantungi omzet Rp 15 juta-Rp 20 juta per hari.

Haji Apud merupakan wirausahawan sejati. Sejak lahir, ia banyak belajar berwirausaha dari orangtuanya. Tidak mengherankan jika sebelum terjun ke bisnis empal, Haji Apud pernah beberapa kali berbisnis bidang lain. “Saya pernah jualan sandal di Sukabumi. Setelah dirasa bosan berada di kota orang, saya memilih pulang kampung,” ujarnya.

Ketenaran empal gentong dan empal asem H Apud tiada lain karena sentuhan tangan sang empunya, H Machfud atau akrab disapa Haji Apud itu mulai membuka warung empal gentong dan empal asem pada 1995.

Bagi yang tengah berniat untuk menikmati perjalanan balik ke ibukota, dan tengah berada di kawasan Cirebon, sempatkan diri untuk mencicipi kuliner khas kota udang ini, lewat sajian empal yang berupa potongan daging sapi dan kuah rempah-rempah, selamat menikmati !

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *