Jangan Minum Teh Sesuka Hati, Perhatikan 6 Hal Ini

By on Juli 10, 2015

teh

Kebiasaan minum teh terus dipertahankan karena teh mengandung manfaat yang luar biasa untuk tubuh. Namun, tidak berarti dibolehkan minum teh sesuka hati. Ada rambu-rambu penting terkait minuman anti oksidan ini. Apa saja?

Tidak meminum bersamaan ketika minum obat

Ketika Anda sakit dan meminum obat tertentu, sebaiknya hindari minum teh karena ketika teh diminum bersamaan dengan obat akan menimbulkan reaksi yang bisa merugikan kesehatan.

Penggunaan obat juga tidak akan maksimal karena terhambat oleh teh.

Mengkonsumsi teh dan obat dalam waktu bersamaan akan memberikan efek samping membahayakan.

Hati-hati kebiasaan minum teh setelah makan

Nah, ini dia kesalahan yang sering dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita.

Entah dari mana dan seperti apa asal usulnya, ketika makan maka belum lengkap tanpa teh. Padahal ini sangat merugikan.

Kita makan untuk memberikan nutrisi bagi tubuh agar tubuh tidak kekurangan vitamin.

Tapi dengan meminum teh langsung setelah makan yang ada malah penyerapan zat besi jadi terganggu.

Hindari dehidrasi ketika berpuasa

Ketika berpuasa kita juga sering mendengar anjuran dari orang-orang terdekat untuk minum teh ketika sahur dan berbuka, ternyata hal ini sangat tidak dianjurkan oleh pakar kesehatan. Teh mengandung kafein yang bisa menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi.

Minum teh sebelum makan

Apakah Anda sering disediakan minuman teh pagi hari oleh orang tua atau isteri Anda? Jika iya, sebaiknya mulailah berterus terang dan merubah kebiasaan ini.

Anjuran ini sangat ditekankan terutama kepada mereka yang menderita asam lambung.

Minum teh sebelum makan justru akan memperparah asam lambung karena teh bisa meningkatkan jumlah asam lambung. Sebaiknya, makanlah nasi atau roti terlebih dahulu.

Beberapa jam setelah itu baru disusul oleh teh.

Tidak dianjurkan sebelum tidur

Mungkin Anda sering susah tidur dan gelisah tidak menentu di malam hari. Banyak faktor yang menyebabkan masalah ini terlebih masalah psikologi.

Namun, kebiasaan minum teh ternyata juga bisa menjadi pemicunya karenamengandung kafein.

Meminum teh harus lebih diperhatikan terutama bagi penderita mag, mereka yang mengalami masalah ginjal, sedang demam, penyakit jantung, gangguan pencernaan dan mereka yang sedang mengalami anemia.

Meminum teh bisa memperburuk keadaan tubuh. Begitu juga dengan perempuan hamil dan menyusui.

 

Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2015/07/10/awas-jangan-minum-teh-sesuka-hati-perhatikan-6-hal-ini?page=4

KEBIASAAN MINUM TEH SETELAH MAKAN

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok: teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih.

Istilah “teh” juga digunakan untuk minuman yang dibuat dari buah, rempah-rempah atau tanaman obat lain yang diseduh, misalnya, teh Rosehip, Camomile, Krisan dan Jiaogulan. Teh yang tidak mengandung daun teh disebut teh herbal. Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan tersendiri dari teh.

Teh merupakan minuman yang sudah dikenal dengan luas di Indonesia dan di dunia. Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat minuman ini banyak dikonsumsi. Teh banyak mengandung zat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Manfaat teh antara lain sebagai antioksidan, memperbaiki sel-sel yang rusak, menghaluskan kulit, melangsingkan tubuh, mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, mengurangi kolesterol dalam darah, melancarkan sirkulasi darah. Maka, tidak heran bila minuman ini disebut-sebut sebagai minuman kaya manfaat.

Namun ketika kita minum teh, jarang sekali kita memperhatikan kebiasaan saat meminumnya. Kebiasaan yang selama ini kita anggap benar dan aman-aman saja, ternyata kita perlu mengubahnya.

B. PROBLEM

1. Apa dampak negatif minum teh setelah makan?

2. Bagaimana cara mengubah kebiasaan atau pola minum teh setelah makan?

BAB II

PEMBAHASAN  

A. PENGUMPULAN DATA

1. Dampak negatif minum teh setelah makan

Salah satu jenis minuman yang paling sering diminum setelah makan selain air putih adalah teh. Terlebih lagi setelah makan siang paling enak mengkonsumsi es teh manis. Tapi ternyata meminum teh setelah makan tidak dianjurkan oleh ahli kesehatan. Sebaiknya kita menghindari kebiasaan meminum teh setelah makan.

Seperti dikutip dari health.liputan6.com, penelitian yang dilakukan oleh Cornell University dan the USDA’s Agricultural Research Service (ARS), Ithaca, New York, Amerika Serikat menyatakan bahwa kandungan tannin dan polifenol dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi dalam saluran cerna. Minum teh dengan selang waktu yang cepat setelah makan jika dilakukan secara terus menerus bisa menyebabkan penyerapan zat besi dalam darah akan terganggu.

Hal inilah yang dapat memicu anemia atau penyakit kurang darah. Karena zat tannin yang terdapat pada teh mengikat zat besi pada makanan yang dicerna, sehingga membuat penyerapan zat besi yang dilakukan oleh sel darah merah berkurang.

Selain itu, minum teh setelah makan dapat mempengaruhi protein yang ada dalam makanan yang masuk ke saluran pencernaan. Sehingga dapat menyebabkan makanan menjadi keras dan sulit dicerna. Teh yang sangat kental juga memiliki sifat diuretik yang bisa menyebabkan dehidrasi.

2. Cara mengubah kebiasaan atau pola minum teh setelah makan

Perubahan pola minum teh dapat  dilakukan dengan cara mengurangi konsumsi teh menjadi tidak setiap hari atau minum 2-3 jam setelah makan seperti yang dianjurkan oleh Alsuhendra (2002) 17. Bagi individu usila (usia lanjut) mempunyai kebiasaan minum teh bersamaan dengan saat makan nasi. Ini kekeliruan gizi yang harus diubah. Seperti telah dijelaskan, teh mengandung tanin yang dapat mengikat mineral. Untuk itu sebaiknya minum teh tidak dilakukan bersamaan dengan makan, tetapi sekitar 2-3 jam sesudahnya.

Sumber lainnya menyarankan bahwa jangan langsung minum teh setelah makan. Setidaknya kita harus memberi selang waktu setidaknya 2 jam setelah makan atau 2 jam sebelum makan untuk menghindari efek negatifnya bagi tubuh.

B. ANALISIS

Kebiasaan minum teh setelah makan, pada umumnya telah dilakukan sebagian besar masyarakat di dunia, khususnya Indonesia. Padahal, kebiasaan ini jika dilakukan secara terus-menerus kurang baik bagi kesehatan. Memang nikmat rasanya makan sambil ditemani dengan segelas teh hangat. Serasa stamina dan semangat yang tadinya hilang bisa pulih kembali. Tapi, ternyata ada bahaya mengintai kita jika tidak merubah kebiasaan itu.

Minum teh setelah makan adalah kebiasaan buruk. Sebab minum teh dapat menyebabkan hambatan penyerapan zat besi dalam tubuh hingga 80%. Zat besi merupakan faktor yang sangat penting dalam kualitas manusia karena setiap pertumbuhan sel manusia membutuhkan keberadaan zat besi ini. Zat besi digunakan sebagai profilerasi dan diferensi sel, termasuk sel syaraf, otot, tulang dan organ lain. Kekurangan zat besi ini biasanya terjadi pada anak-anak. Dan salah satu ciri anak yang mengalami kekurangan zat besi ini akan menjadikan anak merasa cemas, depresi, gangguan perhatian. Dan pada akhirnya akan mengganggu prestasi sekolah mereka.

Minum teh paling tidak sejam sebelum atau sesudah makan akan mengurangi daya serap sel darah terhadap zat besi 64 persen. Pengurangan daya serap akibat teh ini lebih tinggi daripada akibat sama yang ditimbulkan oleh konsumsi segelas kopi usai makan. Kopi hanya mengurangi daya serap 39 persen. Pada teh, daya serap zat besi itu diakibatkan oleh zat tanin.Tanin bisa mempengaruhi penyerapan zat besi dari makanan, terutama yang masuk kategori heme-non iron, misalnya padi-padian, sayur mayur dan kacang-kacangan. Di samping kandungan zat tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi, kandungan kafein di dalam teh ternyata juga bisa menghambat penyerapan kalsium dan mineral didalam usus.

Kiat lain minum teh adalah memberikan jeda setelah makan, misalnya dua jam setelah makan. Jeda itu diperlukan karena rentang waktu itu diperkirakan cukup bagi usus 12 jari dan usus halus untuk melakukan proses penyerapan makanan. Jadi, boleh-boleh saja menyeruput teh kapanpun asal tidak setelah makan. Sebaiknya sesudah makan, teh diganti dengan air jeruk kalau memang mau menghindari teh dan mendapatkan banyak zat besi. Makan nasi pecel dengan jeruk dapat memperbesar penyerapan zat besi bila dibandingkan dengan minum es teh. Alternatif lain setelah makan lebih baik minum air putih saja biar lebih sehat.

BAB III

PENUTUP

A. SIMPULAN

Minum teh sah-sah saja dan tidak ada larangan bagi siapapun yang ingin meminumnya. Karena pada hakikatnya dengan berbagai zat yang terkandung di dalamnya, sebenarnya teh merupakan minuman yang menyehatkan. Teh pun lebih nikmat ketika diminum sebagai pengganti air putih seusai makan (makanan berat). Namun, pola atau kebiasaan meminum teh yang seperti ini perlu kita ubah. Karena apabila kebiasaan tersebut dilakukan secara berulang-ulang, maka dampak yang tidak kita inginkan pun bisa terjadi.

Minum teh dengan selang waktu yang cepat setelah makan jika dilakukan secara terus menerus bisa menyebabkan penyerapan zat besi dalam darah akan terganggu. Hal inilah yang dapat memicu anemia atau penyakit kurang darah. Selain itu, minum teh setelah makan dapat mempengaruhi protein yang ada dalam makanan yang masuk ke saluran pencernaan. Sehingga dapat menyebabkan makanan menjadi keras dan sulit dicerna.

Jika kita ingin minum teh namun tidak mengganggu kesehatan, sebaiknya kita mengubah kebiasaan meminumnya 2-3 jam setelah atau sebelum makan (terutama makanan berat). Kebiasaan yang paling baik lainnya ialah meminum air putih setelah makan. Karena dengan minum air putih lebih menyehatkan, memperlancar pencernaaan, serta sebagai sumber mineral dalam tubuh.

B. SARAN

Demikianlah tulisan yang dapat penulis sampaikan, penulis menyadari bahwa dalam penulisan masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan guna perbaikan penulisan selanjutnya. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata, tiada kelebihan ilmu yang dapat penulis tuangkan dalam tulisan ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.she.yahoo.com/minum-teh-setelah-makan-timbulkan-efek-buruk-bagi-091100464.html, diunduh pada tanggal 14 Oktober 2013

http://id.wikipedia.org/wiki/Teh, diunduh pada tanggal 13 Oktober 2013, pukul: 10.54 am

http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/115-manfaat-teh-untuk-tubuh-sehat.html, diunduh pada tanggal 14 Oktober 2013, pukul: 09.05 pm

http://wandanyana.blogspot.com/2012/12/tugas-kuantitatif-2maria-wahami-yanti.html, diunduh pada tanggal 14 Oktober 2013, pukul: 08.45 pm

http://www.ibuprofesional.com/profiles/blogs/efek-buruk-minum-teh-setelah-makan, diunduh pada tanggal 13 Oktober 2013, pukul: 10.23 am

Sumber: https://anniswahblog.wordpress.com/2013/10/17/kebiasaan-minum-teh-setelah-makan/

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *