Israel TV : Saudi dan Mesir Beri Lampu Hijau Trump Untuk Yerusalem

By on Desember 9, 2017

Gambar terkait

Arab Saudi dan Mesir memberi persetujuan Presiden AS Donald Trump ke depan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota yang diduduki.

Zvi Yehezkeli menekankan bahwa pengumuman tersebut tidak dapat dilakukan tanpa koordinasi antara Trump dan sekutu regionalnya (Israel, Amerika , Saudi dan Mesir).

Hasil gambar untuk Trump, Muhammad bin Salman, al-Sisi dan Israel

“Saya tidak yakin tentang reaksi negara-negara Arab terhadap resolusi ini,” kata Yehezkeli, seraya menambahkan bahwa tanggapan yang dikeluarkan sejauh ini tidak serius.

Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota baru Israel yang menambahkan bahwa kedutaan Amerika akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pemimpin dunia, dari Eropa sampai Timur Tengah sampai Australia, mengecam keputusan tersebut sebagai “sepihak dan di luar visi perdamaian yang dinegosiasikan antara orang Israel dan Palestina,” memperingatkan “ketegangan yang meningkat atau bahkan kekerasan di Timur Tengah.”

Saudi Tawarkan Proposal Abu Dis sebagai Ibukota Palestina di Masa Depan

Sebuah proposal Saudi untuk sebuah prakarsa perdamaian antara Israel dan Palestina menawarkan desa Abu Dis sebagai ibu kota masa depan Palestina dan bukan Yerusalem Timur, menimbulkan kemarahan yang meluas.

Aktivis telah merilis sebuah hashtag baru dengan nama “Jerusalem adalah ibukota kami” sebagai tanggapan atas proposal Saudi.

The New York Times melaporkan pada hari Minggu bahwa Pangeran Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman membuat proposal tersebut saat kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke Riyadh  bulan lalu.

Menurut usulan tersebut, orang-orang Palestina akan mendapatkan sebuah negara yang tidak bersebelahan di Tepi Barat dan Jalur Gaza dimana mereka hanya memiliki kedaulatan parsial sementara mayoritas permukiman Israel di Tepi Barat akan tetap ada. Proposal tersebut tidak memberikan pengungsi Palestina dan keturunan mereka yang tinggal di negara lain hak untuk kembali ke Israel.

Menurut surat kabar tersebut, Arab Saudi memberi Abbas dua bulan untuk menanggapi tawaran tersebut.

Abu Dis adalah kota Palestina di dekat Yerusalem Timur yang diduduki. Menurut Kesepakatan Oslo itu diklasifikasikan sebagai Area B yang dikelola oleh Israel dan Otoritas Palestina.

Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengakui Yerusalem  sebagai ibukota Israel dan menggerakkan relokasi Kedutaan Besar AS ke kota internasional hari ini, sebuah keputusan yang meningkatkan beberapa dekade kebijakan AS dan risiko memicu kekerasan di Timur Tengah.

Saudi menarik perhatian AS dengan menyanyikan lagu-lagu Israel - Kartun [Sabaaneh / MiddleEastMonitor]

Sumber : Middle East Monitor

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *