Ikatlah Ilmu Dengan Tulisan

By on Juni 26, 2015

Menulis merupakan kegiatan yang sama tuanya dengan usia keberadaan manusia dan telah terbukti menjadi sebuah cara yang teruji dalam menjaga peradaban manusia.

Dengan sekian banyak ragam teknis menulis, peradaban dapat meluas secara horizontal menjangkau audiens yang lebih luas dan dapat menerabas secara vertikal, bercerita pada sebuah zaman yang akan datang.

Menulis juga menjadi tindakan yang saling mempengaruhi terhadap “pintu gerbang ilmu”, yaitu membaca. Jika dilihat dari sejarah Rasulullah Saw yang menerima wahyu pertama berupa perintah untuk membaca (iqra’ ), Amirul Mukmin Khalifah ke empat, Ali bin Abi Thalib, berujar, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”

Dengan adanya infrastruktur jaringan komputer dalam skala global yang disebut Internet, penyebaran pesan sekarang ini sudah menjadi jauh lebih mudah dan lebih murah (singkatnya, lebih praktis) dibanding periode sebelumnya.

Apabila infrastruktur pengiriman pos telah berhasil “menghapus” jarak sampai batas tertentu – surat yang dikirim ke kota manapun di Indonesia bertarif sama, infrastruktur telekomunikasi lewat telepon telah berhasil “menghapus” berat media penyampai pesan – suara manusia “lebih ringan” dibanding kertas surat, Internet secara radikal telah mengatasi itu semua. Jarak antar simpul telah dilipat-lipat, ongkos dikurangi habis-habisan, dan masih ada bonus: sebuah jejaring masyarakat sangat-besar baru terbentuk.

Saatnya kita menggabungkan dua “manfaat penting” peradaban di atas: ikatlah ilmu dengan tulisan dan sebarkan kebaikan !

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *