HABIB ABU BAKAR AL-MASYHUR TENTANG PENTINGNYA PERSATUAN

By on Juni 27, 2015

Dibawah ini adalah ringkasan jawaban pada sessi tanya jawab, dalam acara Tausyiah bersama Habib Abubakar Al-Masyhur Ulama Yaman dirumah Alm. Habib Umar Mulahela semalam ( Jakarta, 22 mei 2015).

Poin tausyiah dari Habib Abubakar Al-Masyhur adalah masalah persatuan dan pentingnya persatuan khususnya sesama kaum muslimin.

Pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana kita mesti bersikap kepada pihak pihak yang berbeda dalam hal Aqidah ?

2. Rasulallah, pernah mengatakan bahwa ummat manusia akan terbelah menjadi 73 golongan dan yang masuk sorga hanya 1 golongan saja, benarkah hadist itu dan siapa yang masuk dalam 1 golongan itu ?

Jawaban dari Habib Abubakar lumayan panjang kira-kira 20 menitan, saya akan coba tulis yang saya bisa tangkap dan ingat:

1. Saya mesti awali dengan apa yang di contoh kan oleh Nabi saw, dalam hal Fiqh bahwa ikhtilaf atau perbedaan itu adalah Rahmat. Banyak sekali kejadian yang Nabi saw contohkan dalam hal ikhtilaf itu. Dan Ulama-Ulama besar terdahulu juga meneladaninya. Antara ulama satu dengan ulama yang lain mempunyai pemahaman yang berbeda namun semuanya juga bisa menerima.

Perbedaan merupakan Jalan Keluar, disitulah hakekat rahmatnya. Sehingga setiap ada perbedaan yang di ikuti oleh sekelompok orang atau golongan selalu saja ada rujukan dan Insya Allah semuanya benar (walaupun berbeda).

Begitu pula dalam hal Aqidah. Aqidah itu yang terpenting adalah, Tuhannya, Nabinya dan Qurannya sama, adapun perbedaan yang selama ini kita jumpai itu adalah dalam hal Pemahaman / Penafsiran, dan hal ini sama sekali tidak ada masalah

Persatuan adalah hal yang paling penting sehingga kita harus berupaya untuk menjaganya, kita  harus bisa hidup bersama/bersatu dengan berbagai perbedaan.

Bahkan andaikan sekali lagi andaikan, ada masalah yang tidak bisa dicarikan solusi nya, kita bisa mencarinya dari sumber sumber Kristen, Hindu, Budha dan sebagainya, walaupun sesungguhnya semua masalah pasti ada jawabannya dalam Islam dalam Alquran.

2. Untuk pertanyaan ini, ingin saya sampaikan bahwa hadis tersebut betul adanya, hanya kita mesti tahu, bagaimana munculnya hadist tersebut.

Kejadiannya saat itu, kaum Yahudi mengatakan bahwa mereka terbagi menjadi 72 golongan, dst dst, lalu Nabi mengatakan bahwa manusia terbagi menjadi 73 golongan dan 1 golongan yang masuk sorga.

Ada orang yahudi yg bertanya, kenapa menjadi 73 golongan ?

Dijawab oleh Nabi, yang 72 golongan adalah sebagaimana yang kalian sebutkan dan kalian di neraka karena kalian tidak mau menerima kebenaran yang telah datang adapun 1 golongan lain nya adalah ummat ku. Bagi sesiapa yang pernah mengucapkan kalimat Tidak ada Tuhan Selain Allah, akan masuk sorga.

Jadi saya ingin kembali ke pertanyaan pertama, bahwa siapa saja yang Ber Aqidah, Allah Tuhan nya, Nabi Muhammad Rasul nya serta Alquran kitab nya, maka surga jaminan nya. Dan mereka semua adalah satu keluarga, walaupun berbeda beda suku, ras, qabilah, mazhab, Insya Allah SORGA tempatnya.

Kira-kira itu ringkasan jawaban atas pertanyaan diatas.

Pada kesempatan itu Habib Abubakar Al-Masyhur juga berpesan, hindari berdebat dengan orang-orang bodoh (yang tidak mau tahu, orang-orang yang suka kepada perpecahan ) karena percuma saja berbicara dengan orang-orang semacam itu, lebih baik tinggalkan saja namun tetap dengan cara yang baik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *