Forkom Alawiyyin WAG Progresif dan Tawarkan Solusi

By on November 16, 2017

Revolusi digital telah membawa kemajuan yang cepat dan siginifikan, media mainstream dan media-media sosial adalah pilihan yang ada di depan mata kita, mau tak mau suka tak suka itu adalah fenomena zaman now. Dalam hitungan detik kejadian dibelahan dunia lain dapat diketahui real time dibelahan dunia lainnya, semua bergerak cepat dan tak bisa dihindari.

Dengan derasnya arus informasi yang tak terbendung itu maka filter dan kewaspadaan kita harus extra ketat. Media sosial dan media mainstream sudah sangat lazim terjebak dengan berita hoax maka crosschek dan tabayyun adalah cara bijak dalam menerima dan menyebarkan sebuah informasi.

Aspirasi arus bawah bisa disuarakan lewat media sosial yang tak terakomodir pada institusi atau organisasi formal secara elegan dan tanpa sekat. Salah satunya adalah aplikasi sosial media Whatsapp dan tumbuh menjamurnya group-group diskusi, jual beli, komunitas dan lain sebagianya.

Sebuah group whatsapp Forkom Alawiyyin hadir dan ingin berkontribusi dalam sumbangsih pemikiran Islam, ekonomi, sosial dan hukum serta merespon berbagai permasalahan aktual dalam bentuk pernyataan sikap.

Forkom adalah group diskusi informal yang mengusung kesetaraan, non diskriminasi, moderat, toleran dan tanpa sekat-sekat sekatarian. Membersnya dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan ada yang di luar negeri, mereka bersepakat merealisasikan ide-ide perubahan untuk kemajuan dengan memilih koordinator group bergantian per tri wulan. Ada iuran anggota, rencana pembentukan koperasi dan unit-unit usaha kemitraan.

Sekecil apapun upaya menuju solidaritas dan kebaikan akan bernilai besar di sisi Allah apabila disertai niat tulus dan ikhlas tanpa membeda-bedakan, seperti yang dinasihatkan dan dipetuahkan oleh Habib Lutfi bin Yahya : ” jangan suka membeda-bedakan. Ini penyakit yang timbul dan tumbuh di akhir zaman ini. Jangan beda-bedakan itu suku apa, kabilah apa, bangsa apa, partainya apa, thariqahnya apa, madzhabnya apa dan sebagainya. Itu urusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita ini manusia, hambaNya, makhluk ciptaanNya, jangan suka usil ikut campur urusannya Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Makanya sekarang berbagai macam bala’ dan musibah bertubi-tubi datang karena ulah manusia itu sendiri. Yang suka sok tahu, sok jago, sok suci, sok pintar. Bukan kembali kepada Allah dan RasulNya, malah ikut campur urusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana lagi Maha Berkehendak, Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan menghukumi, menentukan secara mutlak kelak di pengadilan Ilahi Yang Maha Adil bagi seluruh makhlukNya. Segala sesuatu misal pengadilan itu semua adalah bentuk ikhtiar manusia belaka di muka bumi ini secara syariat. Ketentuan yang mutlak benar dan salah adalah di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala di Hari Kemudian. Keyakinan dan keimanan ini harus ditanam kuat dan kokoh dilubuk sanubari keimanan kita.

Harapan kita semoga WAG Forkom Alawiyyin hadir memberi solusi dan menebarkan kesejukan. Tak ada gading yang tak retak, tak ada kesempuranaan pada makhluk yang dhoif yang penuh cacat dan cela ini, kritik dan saran akan kami terima sebagai bahan perbaikan ke depan. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepadaNya kita kembali.

Tertanda, 

Admin WAG Forkom Alawiyyin

Hamid Assegaf

Abdulqadir al-Haddad

Hatamie Bsa

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *