Fitur WhatsApp End-to-end Encryption, Apa Sih Artinya?

By on Juni 10, 2017

shutterstock_361732685-700x467

Min, aku gak mudeng apa sih sebenarnya maksud dari End-to-end Encryption WhatsApp ini? Postingan kali ini akan menjawab pertanyaan kamu yang bingung dan penasaran mengenai enkripsi end-to-end, mimin tau kok gimana rasanya penasaran bercampur bingung mengenai pertanyaan yang tak kunjung dijawab. Berhubung mimin gak mau bikin kamu penasaran, mending langsung aja kita caritau yuk.

Hari ini Whatsapp resmi jalankan enkripsi end-to-end pada semua platform, baik itu Android, iOS, S60, S40, bahkan pada Blackberry pun enksripsi whatsapp end-to-end ini sudah dijalankan.

Sebentar, sebelum membahas mengenai enkripsi, sobat harus tau dulu kalau pengguna aktif WhatsApp saat ini sudah tembus 1 miliar pengguna. Semakin banyak pengguna mestinya semakin menguntungkan bagi WhatsApp, tak hanya menguntungkan dari segi finansial, Whatsapp juga melakukan pengamanan super pada aplikasinya ini, dengan apa? dengan menjalankan enkripsi end-to-end.

Nah, tadi ada yang tanya, mungkin dia adalah pengguna iOS atau pengguna Android yang baru ngupdate WhatsApp nya ke versi terbaru.

Tanya-dong2

 

Maaf, kalau nama yang disensor itu udah mainstream, berhubung dia adalah sobat setia akrab NGONOO (nah lho) jadi yang disensor mukanya aja, mungkin dengan nama terpampang nanti mereka bisa terkenal dan banyak yang nge Add. 😀

You can send to this chat and calls now secured with end-to-end encryption. 

Jadi bro and sist, enkripsi ini berguna untuk mengamankan data para pengguna WhatsApp ketika sedang berkirim pesan, jadi gak ada pihak lain yang bisa mengetahui apa aja pesan yang kamu kirim. Intinya seperti kasus Apple dan FBI kemarin, dimana FBI memaksa pihak Apple untuk membuka data seorang tersangka dari kasus pembunuhan, dimana tersangka menggunakan iOS, tapi pihak Apple tidak setuju karena itu adalah sebuah privasi pengguna iOS, jika pihak Apple membuka data berkirim pesan salah satu konsumennya, maka kemungkinannya Apple akan menjadi perusahaan yang tidak akan dipercaya lagi oleh para pengguna, karena dengan mudah mereka bisa membuka data siapa saja, bahkan bagaimana kalau data tersebut disalah gunakan? Pasti jadi nambah berabe urusannya dan akan merugikan pihak Apple sendiri.

Lanjut ke tema, jadi gunanya Enkripsi WhatsApp end-to-end ini adalah untuk mengamankan data berkirim pesan para penggunanya tanpa harus takut data tersebut disadap oleh pihak ketiga (pemerintah bahkan pihak whatsApp sekalipun tak bisa mengetahui apa saja yang kamu kirim).

Sebenarnya gaes, enkripsi end-to-end ini sudah ada sejak tahun 2014 lalu. Namun baru bisa dinikmati oleh para pengguna android saja. Tapi mulai saat ini, enkripsi end-to-end sudah bisa digunakan untuk semua platform. Lebih serunya lagi, end-to-end ini tidak hanya tersedia untuk mengamankan data chatting antara dua orang yang berkirim pesan saja, tapi juga berlaku untuk group chat, voice call, voice note, attachment seperti video atau foto, dan masih banyak lagi yang lainnya. Intinya, semua yang ada di WhatsApp kini memberikan perlindungan penuh bagi penggunanya.

Semoga saja penjelasan yang sedikit ini sudah menjawab rasa penasaranmu.

Sumber : https://ngonoo.com/2016/04/123750/whatsapp-merilis-end-to-end-encryption-apa-sih-artinya/

Apa Itu End-to-end Encryption dari WhatsApp? Ini Dia Penjelasannya

End-to-end encryption atau Enkripsi ujung-ke-ujung yang diterapkan WhatsApp dalam versi terbarunya memastikan bahwa pesan yang dikirimkan hanya bisa diakses oleh si pengirim dan penerima.

Ini dia yang perlu kamu ketahui tentang layanan baru tersebut:

1) Bagaimana sih cara kerja layanan baru ini?

Jangan mengira enkripsi WhatsApp ini seketat BBM dari Blackberry Enterprise Services ya. Teknologi enkripsi ujung-ke-ujung baru ini memastikan bahwa hanya si pengirim dan penerima pesan yang mungkin berisi teks, gambar, video atau suara.

Pada dasarnya yang dilakukan WhatsApp ‘cuma’ membungkus pesan dengan sebuah kunci, dan hanya penerima dan pengirim yang punya kunci khusus yang dibutuhkan untuk membuka gembok dan membaca pesan.

Agar lebih terlindung, setiap pesan yang kamu kirimkan memiliki gembok dan kunci uniknya.

2) Lalu bisakah kita mengecek apakah WhatsApp kita dienkripsi dan bekerja dengan baik?

Bisa banget. Jika seseorang punya versi mutakhir dari WhatsApp, layanan enkripsi ini aktif secara default. Ada cara lain untuk mengecek apakah sebuah obrolan dengan seseorang dienkripsi atau tidak.

Tap saja pada nama kontak dan obrolan dengan mereka yang WhatsApp-nya sudah updated akan diperlihatkan sebagai “secured with end-to-end encryption.” Tapi obrolan dengan mereka yang punya WhatsApp versi lebih lama tidak akan dienkripsi.

Kalau mau verifikasi lagi, kamu bisa men-tap pada pesan “secured with end-to-end encryption” dan melihat QR code dan angka 60-digit. Mereka yang kamu ajak ngobrol di WhatsApp juga bisa men-scan QR code-mu atau membandingkan angka 60-digit.

3) Jadi apa saja yang bisa dienkripsi? Apakah mencakup panggilan suara?

Semua jenis media yang kamu kirimkan dengan menggunakan WhatsApp dienkripsi. Ini mencakup video, audio, image, file dan teks.

Seperti pesan lain, panggilan suara di WhatsApp juga dienkripsi. Jadi WhatsApp dan pihak ketiga tidak bisa menguping panggilan tadi.

4) Kalau dalam grup, bagaimana cara kerja enkripsi?

Obrolan dalam grup hanya akan dienkripsi jika semua pengguna dalam grup tersebut memiliki versi mutakhir WhatsApp.

5) Bagaimana WhatsApp menerapkannya?

Untuk enkripsi, perusahaan yang dimiiki Facebook ini menggunakan The Signal Protocol’ yang dirancang oleh Open Whisper Systems.

Menurut mereka, protokol ini secara khusus dikembangkan untuk membuat pihak ketiga seperti penjahat cyber dan pejabat pemerintah tidak bisa menyadap komunikasi privat.

Karena setiap pesan dienkripsi, mendapatkan satu kode atau kunci tidak akan ada gunanya bagi orang yang ingin menguping. Sebab dia tidak bisa melihat seluruh obrolan. (pcplus.co.id)

Whatsapp End To End Encryption; Sistem Keamanan Enkripsi Pesan Terbaik

Sampai saat ini, tak bisa dipungkiri bahwa WhatsApp masih menjadi primadona sebagai aplikasi pesan instan yang digemari oleh banyak orang Indonesia. Beberapa alasan seperti aplikasi yang ringkas, mudah terhubung dalam jaringan, dan tidak perlu memiliki ID pengguna menjadi salah satu keunggulan tersendiri bagi WhatsApp.

Aplikasi yang sudah dikenal dari tahun 2009 ini, sebenarnya hanya berawal dengan ide sebuah aplikasi digital untuk telepon selular. Ide awal Jan Koum, pendiri WhatsApp, ini adalah untuk memberikan tempat untuk berbagi status seperti “saya sibuk” atau “sedang rapat” dengan orang-orang dalam jaringan mereka. Namun kini, setelah bertambahnya pengguna telah banyak fitur-fitur tambahan pula yang selalu dikembangkan oleh WhatsApp untuk menambah kepuasan pemakainya.

WhatsApp yang kini lebih banyak digunakan sebagai aplikasi pesan instan, tentunya harus memberikan pengamanan bagi penggunanya. Setelah sebelumnya ada kekhawatiran pengguna mengenai rumor penjualan data dan privasi pengguna ke NSA (National Security Agency), namun sejak tahun 2014 WhatsApp barani tonjolkan kelebihan dari sisi keamanan pengguna.

Kini WhatsApp telah meningkatkan sistem keamanan aplikasi ke level yang tertinggi. Teknologi yang digunakan WhatsApp ini berbasis open source yang dikembangkan oleh perusahaan bernama Open Whisper Systems. Perusahaan ini sudah mengembangkan sistem anti peretasan pesan dan telepon lain seperti TextSecure, RedPhone, serta Signal and Flock.

Whisper Systems sendiri adalah perusahaan yang telah diakuisisi oleh Twitter pada tahun 2011. Kemudian proyek open source perusahaan tersebut dirancang untuk membuat standar enkripsi yang dapat digunakan untuk membuat pesan lebih rahasia dan aman.

Menariknya, WhatsApp memilih tipe enkripsi ‘end-to-end’. Enkripsi end to end ini akan melindungi setiap pesan yang kamu kirim atau terima. WhatsApp pun tidak akan bisa membaca setiap pesan yang dikirimkan pengguna.

Moxie Marlinspike, pendiri Open Whisper Systems mengatakan, “Enkripsi diaktifkan secara default di WhatsApp, sehingga pengguna tidak perlu melakukan apapun untuk membuatnya bekerja, dan WhatsApp tidak akan dapat membaca pesan dari pengguna.”

Selain dari pihak WhatsApp, pesan kamu juga tidak dapat dibaca oleh peretas yang tidak memiliki decryption key. Sistem enkripsi ini akan menutup peluang si peretas melacak pesan kamu secara pribadi. Jika ingin membobol pesan, peretas harus membuka kunci satu per satu. Dengan mode enkripsi seperti ini tentunya diyakini akan menekan kasus peretasan di seluruh dunia. (ERI)

Sumber : https://www.hitsss.com/end-to-end-jadi-enkripsi-andalan-whatsapp-untuk-keamanan-penggunanya/

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *