Di UEA Ada Menteri Toleransi, Indonesia Diharapkan Bisa Meniru

By on Mei 26, 2019

Keberadaan perempuan memang kini semakin mendapatkan pengakuan dan memiliki peran besar dalam segala sektor pemerintahan, tidak hanya di Indonesia namun juga di negara lainnya.

Satu diantaranya negara yang berada di kawasan Timur Tengah, Uni Emirat Arab (UEA).

Seperti yang disampaikan Profesor Antropologi Budaya dari King Fahd University of Petroleum and Minerals, Sumanto Al Qurtuby.

Dalam kegiatan dialog yang digelar Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi), yang merupakan simpatisan pendukung Capres-Cawapres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin, ia menyampaikan sejumlah gebrakan yang dilakukan perempuan di ‘Negara Teluk’.

Satu diantaranya adalah sejumlah jabatan menteri di Uni Emirat Arab (UEA) yang diisi oleh kaum hawa, termasuk jabatan sebagai Menteri Urusan Toleransi.

Hal itu menurutnya sangat menarik, karena di negara itu tokoh perempuan menjadi ‘simbol’ dalam menjaga toleransi dan keberagaman.

“Di Uni Emirat Arab ada Menteri Urusan Toleransi, dan ini menarik,” ujar Sumanto, dalam acara yang digelar di Goodrich Gallery, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Dalam dialog bertajuk ‘Peran Perempuan dalam Menjaga Toleransi’ tersebut, Sumanto kemudian menjelaskan bahwa selama ini UEA dikenal sebagai negara yang memiliki beragam penduduk.

Sebagian warga yang menetap di negara tersebut merupakan warga negara asing yang memang bekerja di sana.

‘Dan Uni Emirat Arab itu kan negara yang sangat kompleks dan peran perempuan untuk menciptakan toleran itu sangat penting, karena banyak expat dan imigran di Uni Emirat Arab,” jelas Sumanto.

Oleh karena itu, melihat peran perempuan yang sangat kuat dalam menjaga toleransi di kawasan Timur Tengah, Sumanto pun memberikan semangat bagi para ‘Pertiwi’ agar bisa fokus dalam mengupayakan apa yang mereka yakini.

Para simpatisan Jokowi-Ma’ruf tersebut diharapkan bisa menjalankan tugas mereka dalam menjaga toleransi, mulai dari level paling bawah atau tingkat grassroot.

“Perempuan harus lebih berani bersuara, jadi harapan saya, perempuan-perempuan Pertiwi ini lebih maju dan lebih giat di tingkat grassroot,” kata Sumanto.

Perlu diketahui, saat ini posisi sebagai Menteri Urusan Toleransi di UEA dijabat oleh Sheikha Lubna Al Qasimi.

Selama ini negara tersebut dianggap sebagai tempat yang aman dari gelombang pemberontakan Musim Semi Arab yang melanda negara sekitarnya.

Jumlah warga negara UEA pun disebut lebih kecil jika dibandingkan dengan para pendatang, karena sebagian besar penduduk di negara tersebut merupakan para pekerja yang berasal dari negara lain.

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *