CARA CEPAT MENDAPAT JODOH

By on Juli 20, 2015

index

Siapakah jodoh kita, kapan waktunya tiba, di mana akan dipertemukan, apakah ia benar-benar orang shaleh?.Semua itu rahasia Allah Swt.

Jodoh adalah Taqdir Allah Swt

Allah Swt menetapkan tiga bentuk taqdir dalam masalah jodoh. Pertama, cepat mendapatkan jodoh. Kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti mendapatkannya di dunia. Ketiga, menunda mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak. Apapun pilihan jodoh yang ditentukan Allah adalah hal terbaik untuk kita.

Allah Swt berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah: 216).

Kita harus terikat aturan Allah. Kita juga dibekali akal untuk memahami aturan-Nya. Ketika kita memutuskan untuk taat atau melanggar aturanNya adalah pilihan kita sendiri. Bagaimana cara kita untuk mendapatkan jodoh adalah pilihan kita. Dengan jalan yang diridhoiNya atau tidak. Tetapi hasil akhirnya Allah yang menentukan.

Kriteria Pasangan Ideal

Nabi Saw bersabda: ”Apabila datang kepada kalian lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya,maka nikahkanlah ia (dengan puteri kalian). Sebab jika tidak, maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang besar”.
Lelaki yang bertaqwa akan mencintai dan memuliakan istrinya. Jika ia marah tidak akan menzhalimi istrinya.

Kaum jahiliyah menikah dengan melihat kedudukan, kaum Yahudi menikah dengan melihat harta, kaum Nasrani menikah dengan melihat rupa, sedangkan umat Islam menikahkan dengan melihat Agama dan akhlaknya. Orang yang minim pengetahuan Agama dan rendah akhlaknya tak pantas menjadi Imam bagi sebuah keluarga Islami.

Nabi bersabda:”Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholehah”. Beliau juga bersabda: ”Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu.”

Sulit mencari jodoh bisa jadi karena kriteria terlalu muluk. Janganlah kita menginginkan kesempurnaan orang lain, padahal diri kita tidak sempurna.Selektif dalam memilih jodoh adalah hal yang baik tetapi terlalu memilih juga akan membuat masalah baru.

Memperluas Pergaulan Sesuai Syar’i

Seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau mengikuti pengajian. Ustadz, teman, orang tua, saudara, keluarga, dll bisa diminta bantuan.

Haram berpacaran (Ta’aruf yang Tidak Islami)

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa’: 32). Kita dilarang berkhalwat, memandang lawan jenis dengan syahwat, wanita bepergian bersama laki-laki yang bukan muhrim, dll.

Orang pacaran selalu menutupi kekurangannya dan menampilkan yang baik-baik saja. Cari informasi dari orang dekatnya (saudara, teman, tetangganya). Perlu juga penilaian dari orang tua dan keluarga kita. Biasanya kita tidak dapat melihat kekurangan orang yang kita cintai.Terkadang orang yang memberikan penilaian buruk dan obyektif dinilai sebagai penghalang padahal kebaikan dan azas manfaat cepat atau lambat akan segera dirasakan.

Indahnya Pacaran Setelah Menikah

Siapa yang menikah karena menginginkan kehormatan maka dia akan hina. Siapa yang menikah karena cari harta maka dia akan menjadi miskin. Namun siapa yang menikah karena agamanya maka akan Allah kumpulkan untuknya harta dan kehormatan di samping Agama”.

Mereka yang beriman sempurna adalah mereka yang tidak tertipu oleh keindahan kehidupan di dunia ini, betapa pun memikatnya semua itu terlihat. Hal ini karena Kitab Allah telah menunjuki mereka wajah sejati kehidupan di dunia ini. Sebagaimana dikatakan Qur’an, kehidupan dunia ini adalah “permainan”, “senda gurau”, “pawai meriah”, “canda di antara manusia”, dan “perlombaan menumpuk harta dan anak-anak”.

Perumpamaan setara berikut dalam Qur’an memperjelas sifat dunia ini:Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu, serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu kering dan kamu melihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS Al-Hadid, 57: 20)

Beda PACARAN dan TA’ARUF““““`

PACARAN ITU HARAM

———————————–

1. Tanpa komitmen yang jelas.

2. Kebanyakan berdasar dorongan hawa nafsu.

3. Dilarang Agama kita.

4. Mendapat dosa.

5. Melanggar larangan Allah dan Rasul-Nya.

6. Dekat dengan zina.

7. Sering mendapat fitnah.

8. Sukanya sembunyi-sembunyi.

9. Merendahkan kehormatan diri.

10. Allah SWT murka.

11. Selalu bergelimang kemaksiatan.

12. Setan tertawa bahagia dan bangga.

13. Sering Galau.

14. Berakhir penyesalan.

TA’ARUF ITU HALAL

————————————-

1. Punya tujuan yang jelas (menikah).

2. Dorongan untuk menyempurnakan ibadah.

3. Dianjurkan Agama kita.

4. Mendapat pahala.

5. Mengikuti Sunnah Rasul.

6. Dekat dengan barokah.

7. Malah mendapat rahmat.

8. Bisa terang-terangan dengan tenang.

9. Memuliakan diri.

10. Allah SWT ridha.

11. Selalu bermakna ibadah.

12. Setan bersedih dan menderita.

13. Hati tenang.

14. Berakhir bahagia.

Introspeksi diri

Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang shaleh, maka kita harus menjadi orang yang shaleh juga. Allah Swt berfirman: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula}” (QS. An Nuur: 26).

Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu, tapi Dia melihat pada hati dan amalmu sekalian. ” (HR. Muslim, Hadits no. 2564 dari Abu Hurairah). Jadi, lelaki atau wanita yang baik menurut pandangan Allah itu adalah lelaki atau wanita yang baik iman dan amalnya.

Secara lahiriah kita perlu menjaga kebersihan, kerapihan dan menjaga bau badan. Bukan berdandan berlebihan (tidak Islami), tapi tampil menarik.

Jangan Mencintai Manusia Secara Berlebihan

“Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)

Jika kita mencintai manusia lebih daripada Allah, niscaya hati kita akan hancur dan putus asa jika ditinggalkan. Jika kita mencintai Allah di atas segalanya, niscaya kita akan selalu tegar dan tabah karena kita yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Abadi serta selalu bersama hamba yang Sholeh.

Jika Gagal Berusaha Lagi

Jika kita gagal, jangan putus asa dan minder. Kita harus sabar dan tetap berusaha mendapatkan yang lebih baik lagi. Yakinlah ada yang lebih baik yang sedang dipersiapkan Allah untuk kita.

Masa Penantian Jodoh

Jodoh tidak akan lari dan akan datang pada waktunya. Bersabarlah dan sibukkan diri dengan amal sholeh. Hadapilah dengan sikap tenang, santai, tidak mudah emosi/sensitif, tidak larut dalam kesedihan, tidak berputus asa dan tetap bersemangat.

Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh menakjubkan kondisi seorang mukmin. Segala keadaan dianggapnya baik, dan hal ini tidak akan terjadi, kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu tetap baik baginya dan apabila ditimpa penderitaan ia bersabar maka itu tetap baik baginya.” (HR Muslim)

Gunakan energi kita untuk lebih mendekatkan diri dan mencintai Allah Swt., orang tua, dan umat. Yakinlah dengan keadilan-Nya bahwa setiap manusia pasti memiliki jodoh masing-masing. Yakinlah bahwa semua kondisi adalah baik, berguna, dan berpahala bagi kita.

Siap Menerima Taqdir Allah

Hidup adalah ujian. Bisa saja, takdir jodoh kita bukan orang shaleh. Allah Swt berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya di antara pasanganmu dan anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka… Sesungguhnya hartamu dan anakmu, hanyalah ujian bagimu, dan di sisi Allah pahala yang besar.” (Q.S. At-Taghaabuun: 14-15)

Hal tersebut tetap bisa menjadi kebaikan apabila dijadikan sebagai lahan amal shaleh dan batu ujian untuk meningkatkan keimanan, tawakal, dan kesabaran.

Wanita Melamar Lelaki

Bukan hal yang dilarang jika wanita menemukan lelaki sholeh dan berinisiatif menawarkan diri dalam pernikahan melalui peran orang yang dipercaya. Khadijah ra melalui pamannya melamar Nabi Muhammad Saw setelah mengetahui akhlak dan agama beliau.

JODOH BUKANLAH MISTERI

Laki maupun perempuan adalah manusia yang dibekali akal sehat dan sejumlah instrumen fisik untuk berikhtiar dan berinisiatif demi melakukan hal-hal yang mengamankan dan memenuhi kebutuhanya, seperti memenuhi kebutuhan “bertahan hidup”, memberikan dan memperoleh dan menyalurkan kasih sayang, kebutuhan keamanan, dll. Laki dan perempuan,sebagai manusia, bertanggungjawab melaksanakan fungsi kemanusiannya dengan cara-cara yang selaras dengan posisinya sebagai makhluk yg terikat dengan norma kebaikan (etika), kebenaran (logika) dan keindahan (estetika). Setiap manusia harus berikhtiar demi melaksanakan fungsinya secara utuh. Yang membedakan laki dan perempuan bukan kewajiban mencari dan memenuhi kebutuhan, namun cara dan prosesnya. Opini “perempuan harus menunggu lelaki yang meminangnya” tidak selalu berkonotasi kepasifan dan kehilangan inisiatif. Siti Khadijah berinisiatif mencari lelaki yang menurutnya memenuhi syarat untuk menjadi pendampingnya. Cara pencariannya selaras dengan citra keperempuanannya dan tidak keluar dari norma logika, etika dan estetika.(Yandasadra)

Taqarrub Ilallah

Perburuan jodoh secara syar’i adalah dengan mendekati Allah super ekstra. Caranya dengan bertawasul amal-amal shaleh, tidak hanya ibadah wajib (berbakti kepada orangtua, sholat wajib), juga ibadah sunnah (shoum sunnah, sholat tahajjud/taubat/istikhoroh/hajat/witir/dhuha, tilawah Al Qur’an, istighfar, infaq, dll).

Semakin dekat dengan Allah, iman bertambah dan do’a kita semakin terkabul. Usaha yang konsisten, optimis dan prasangka baik akan memudahkan jalan kita.

Tidak Putus Asa Berdoa

Bacalah doa: “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al Furqon: 74).

Doa lebih terkabul pada tempat mustajab, waktu mustajab dan memperhatikan adab berdoa. Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya. Tempat mustajab: masjid, majlis ta’lim, Arafah, Hajar Aswad, Hijr Ismail, di atas sajadah, dll.

Waktu mustajab: sepertiga malam yang akhir, selesai sholat wajib/tahajjud/hajat, saat sujud/I’tidal terakhir dalam sholat, sedang berpuasa, berbuka puasa, dalam perjalanan, selesai khatam qur’an, hari Jum’at, baru mulai hujan, diantara azan dan iqamat, ketika minum air zamzam, bulan ramadhan/lailatul qodar, antara zuhur dan ashar juga antara ashar dan maghrib, selesai sholat subuh, dalam kesulitan, sedang sakit, sedang ada jenazah.

Adab berdoa: menjauhkan hal yang haram, ikhlas, diawali dan diakhiri tahmid/sholawat, menghadap kiblat, suci dari hadats dan najis, khusyu’ dan tenang, menengadahkan kedua tangan, dengan suara rendah dan pengharapan sepenuh hati, mengulangi berkali-kali, tidak berputus asa, menghadirkan Allah dalam hati, tidak meninggalkan sholat wajib, tidak melakukan dosa besar, tidak minta sesuatu yang dilarang Allah, sambil menangis.

Nabi Musa as berdoa setelah menolong dua perempuan penggembala kambing: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS 28:24). Allah swt memahami keperluan dan prioritasnya, sehingga tidak saja memberi makanan, tapi juga memberi jodoh, tempat tinggal dan pekerjaan.
Wallahu’alam bishawab.

Rasulullah Saaw : “Iman paling kokoh ialah mencintai karena Allah, membenci karena Allah, berteman dengan kekasih Allah dan berlepas diri dari musuh-musuh Allah.”

Jangan Nikahi Wanita Karena 3 Hal Ini

Menikah disebut terminal kehidupan baru yang berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan seseorang. Tentunya, perlu memerhatikan kriteria calon pendamping. Sesuai wasiat Islam, jangan berniat menikahi wanita karena tiga hal, apa itu?

“Jangan menikahi wanita karena kecantikannya,”

Jangan sekalipun memutuskan menikahi wanita hanya karena putih kulitnya, bening wajahnya, lurus rambutnya, bagus fisiknya, ataupun aurat lain yang terbuka secara sengaja.

Sebab, jika kita menikahi seseorang hanya karena fisiknya, kata Nabi, “Karena mungkin itu membawa fitnah bagimu.”

Boleh nikahi wanita cantik tapi bukan karena kecantikannya.

“Jangan menikahi wanita karena hartanya,”

Hindari pernikahan yang motivasi utamanya adalah harta. Hanya karena anak konglomerat, anda tertarik untuk mempersuntingnya. Hanya karena miliki banyak aset berupa rumah, vila, mobil, dan perhiasan mewah; kemudian anda berhasrat untuk menjadikannya sebagai pendamping hidup.

Karena, pesan Nabi, “Mungkin hal itu akan merendahkanmu.”

“Jangan menikahi wanita karena nasab mulianya,”

Nasab itu menggoda. Sebab ada imajinasi kemuliaan di dalamnya. Bukankah jika menjadi menantu seorang presiden, maka ia akan lebih disanjung dibanding hanya menantu penjual duren?

Maka, tahanlah diri jika hasrat itu makin menggebu. Sebab jika menikahi seorang wanita karena nasabnya semata, nasihat Nabi, “Mungkin itu menyebabkan kehinaanmu.”

Itulah larangan Nabi. Redaksi yang digunakan amat jelas. Sebab, orientasi fisik, harta maupun nasab, sifatnya hanya sementara.

Ketiganya akan sirna tak bermakna tanpa pemahaman agama yang bagus dan perangai yang mulia. Apalagi, harta, wajah, dan nasab; bisa sirna dalam hitungan detik atau lebih cepat lagi.

Dan, ketika sebab itu hilang, hilang pula rasa cinta; ujungnya adalah perselisihan, perceraian dan siksa jika pelakunya tidak bertaubat dan semakin terjerumus dalam godaan setan.

Maka, lanjutan sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, al-Bazzar, al-Baihaqi, dari Abdullah bin Amr ini, “Namun, nikahilah mereka karena agamanya. Sesungguhnya budak berkulit hitam lebih baik, asal baik agamanya.” (Syaikh Yusuf Qardhawi/KeluargaCinta.com).

Doa Cinta

Bagi yang mengharapkan cinta sejati, kebahagiaan dan kedamaian hati, bacalah doa ini secara istiqamah:

بسم الله الرحمن الرحيم

Bismillâhir Rahmânir Rahîm

Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidina Muhammad wa ala âli Sayyidina Muhammad

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

اَللَّهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ كُلِّ عَمَلٍ يُوْصِلُنِي اِلَى قُرْبِكَ، وَاَنْ تَجْعَلَكَ أَحَبَّ اِلَيَّ مِمَّاسِوَاكَ، وَاَنْ تَجْعَلَ حُبِّي إِيَّاكَ قَائِدًا اِلَى رِضْوَانِكَ، وَشَوْقِي اِلَيْكَ ذَآئِدًا عَنْ عِصْيَانِكَ، وَامْنُنْ بِالنَّظَرِ اِلَيْكَ عَلَيَّ، وَانْظُرْ بِعَيْنِ الْوُدِّ وَالْعَطْفِ إِلَيَّ، وَلاَتَصْرِفْ عَنِّي وَجْهَكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ اَهْلِ اْلإِسْعَادِ وَالْخُظْوَةِ عِنْدَكَ يَامُجِيْبُ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Allâhumma innî as-aluka hubbaka wa hubba man yu-hibbuk, wa hubba kulli ‘amalin yûshi-lunî ilâ qurbik, wa an taj’alaka ahab-ba ilayya mimâ siwâk, wa an taj’ala hubbî iyyâka qâidan ilâ ridhwânik, wa syawqî ilayka dzâidzan ‘an ‘ishyânik, wamnun binna-zhari ilayka ‘alayya, wanzhur bi’aynil wuddi wal ‘athfi ilayy, walâ tashrif ‘annî wajhak, waj’al-nî min ahlil is’âdi wal khuzhwati ‘indaka yâ Mujîbu yâ Arhamar râ-himîn.

Ya Allah, aku memohon cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan cinta amal yang membawaku ke samping-Mu. Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu. Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku pada ridha-Mu. Jadikan kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat atas-Mu. Anugerahkan padaku memandang-Mu.Tataplah diriku dengan tatapan kasih sayang. Jangan palingkan wajah-Mu dariku. Jadikan aku di antara penerima anugerah dan karunia-Mu wahai Pemberi Ijabah ya Arhamar rahimin. (Doa Sayyidina Ali Zainal Abidin bin Husein ra)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *