BKPM: Investasi Terbesar Pada Sektor Energi Listrik

By on Agustus 15, 2015

2207467

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan investasi terbesar di Indonesia saat ini pada sektor infrastruktur, khususnya proyek energi listrik.

“Hampir 50 persen investasi di listrik berbicara pada energi terbarukan,” kata Franky Sibarani di Jakarta, Jumat (24/8).

Ia mengatakan hal tersebut merupakan salah satu upaya sebaran untuk listrik agar tidak hanya dari batu bara, namun juga berasal dari energi terbarukan.

Beberapa negara yang sudah memulai invrstasi tersebut adalah Jepang, Tiongkok dan Korea.

“Masih banyak negara yang berminat, dan paling banyak Tiongkok,” katanya.

Untuk rencana tahun depan, ia menjelaskan fokus sektor masih sama seperti rencana awal yaitu infrastruktur, pertanian, maritim, pariwisata dan industri.

“Untuk lima sektor harus meningkat signifikan, izin prinsip semester satu sudah meningkat 40 persen,” kata Franky.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pada APBN 2016 rencananya anggaran subsidi listrik akan dikurangi jumlah nominal serta area persebarannya terkait penghematan anggaran.

“Subsidi listrik akan dihemat, karena banyak hal yang tidak sesuai targetnya,” kata Bambang Brodjonegoro usai menjelaskan tentang RAPBN 2016.

Subsidi murni listrik sebesar Rp40 triliun, sebelumnya sebesar Rp67 triliun, sehingga angka penghematannya bisa terlihat jelas.

Pada saat ini banyak subsidi listrik komsumsi rumah tangga sebesar 900 Kwh tidak berada tepat pada sasaran.

Daya tersebut yang seharusnya dinikmati oleh orang-orang yang tidak mampu, justru dimanfaatkan di perumahan, ruko-ruko serta apartemen yang rata-rata dihuni oleh orang mampu.

Aliran listrik juga akan diperluas areanya kepada daerah-daerah pelosok, bukan hanya berpusat pada kota-kota. [Ant/L-8]

BKPM: Pengadaan Lahan Kendala Utama Investasi

Pengadaan dan perizinan lahan merupakan kendala utama investasi sehingga untuk mengatasi masalah ini telah dan akan dilakukan pertemuan antarinstansi, kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani.

“Pengadaan dan perizinan lahan adalah dua hal yang jadi perhatian investor yang diharapkan selesai dengan diterapkannya pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) nasional,” kata Franky yang ditemui saat peluncuran layanan penerbitan perizinan online di Jakarta, Senin (15/12).

Ia menilai minat investasi di Indonesia masih sangat tinggi menyusul komitmen Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Tanah Air sebagai poros maritim dunia.

Tetapi, komitmen tersebut juga harus dibarengi dengan kemudahan pengadaan lahan dan perizinan yang cepat, sederhann, transparan dan terintegrasi.

“Hampir semua investor perlu tanah. Dalam pertemuan dengan Menteri Agraria dan Pertanahan (Ferry Mursidan Baldan), ia berkomitmen soal ketersediaan dan perizinan lahan,” katanya.

Menurut Franky, dengan komitmen Menteri Agraria Ferry, pihaknya yakin daya saing investasi Indonesia pada 2015 juga akan ikut membaik.

“Proyeksi pertumbuhan investasi 2015 yang ditargetkan mencapai Rp519,2 trilun atau tumbuh 15 persen dibanding 2014, saya yakin dapat dicapai,” katanya.

Selain bertemu dengan Menteri Agraria, Franky juga bertemu dengan menteri lain, diantaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

“Masing-masing kementerian sudah menunjuk pejabat yang bertanggung jawab untuk proses integrasi perizinan dengan mem-BKO-kan (bawah kendali operasi) pegawainya di BKPM,” katanya.

Hingga saat ini, jajaran BKPM terus aktif melakukan “roadshow” ke berbagai kementerian untuk berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait dalam upaya mensinergikan layanan perizinan investasi di berbagai sektor.

Rencananya, integrasi perizinan antarkementerian dan lembaga akan dilakukan secara dua tahap sejak akhir Januari 2015. Sedangkan integrasi perizinan dengan seluruh provinsi dan kabupaten diharapkan bisa mulai berlaku pada 2016.

BKPM Nyatakan Layanan Perizinan Online Hari Libur Buka

Layanan penerbitan perizinan investasi online milik Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tetap buka pada hari libur biasa dan nasional.

“Pelayanan di hari libur tersebut merupakan komitmen kami untuk memberi kemudahan kepada investor dalam mengajukan permohonan perizinan investasi,” kata Deputi Pelayanan Penanaman Modal BKPM Lestari Indah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (3/1).

Sejak diberlakukan 15 Desember, sistem layanan penerbitan perizinan online tetap menerima permohonan bahkan pada hari libur Natal dan Tahun Baru 2015.

“Pada saat hari Natal tanggal 24-26 Desember, kami menerima sebanyak 141 permohonan. Demikian juga pada saat tahun baru tanggal 30 Desember 2014-1 Januari 2015, kami menerima 227 permohonan. Semua akan diproses sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku di BKPM,” katanya.

Secara akumulatif, lembaga pimpinan Franky Sibarani itu sudah menerima 1.265 permohonan penerbitan perizinan investasi sejak diberlakukannya sistem online.

Layanan perizinan online BKPM meliputi 11 jenis izin dan nonperizinan yakni izin prinsip penanaman modal (baik yang belum dan sudah berbadan hukum), izin prinsip perluasan, izin prinsip penggabungan perusahaan dan izin prinsip perubahan.

BKPM juga melayani secara online izin usaha, izin usaha perluasan, izin usaha penggabungan perusahaan, izin usaha perubahan dan izin kantor perwakilan perusahaan asing.

Lembaga itu juga melayani izin fasilitas berdasarkan SK Menteri Keuangan tentang pembebasan bea masuk impor mesin dan SK Menteri Keuangan tentang pembebasan bea masuk impor barang dan bahan.

Sesuai SOP yang ada, ditetapkan bahwa izin prinsip maksimal selesai dalam tiga hari, izin usaha dalam enam hari dan izin fasilitas dalam tujuh hari.

Sumber : Suara Pembaharuan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *