BERKAH MAULID PADA KELUARGA KRISTEN

By on Juni 29, 2015

Kaligrafi-Islam-Muhammad-300x225

Peristiwa ini terjadi tahun 1953 tepatnya di kota Saidaa, selatan Lebanon. Di kala itu masyarakat setempat sedang memperingati maulid Nabi Muhammad saww,dan merupakan budaya lama disetiap peringatan di meriahkan dengan tembakan ke udara, sehingga pada suatu tembakan ada peluru nyasar mengenai kepala seorang gadis dari keluarga Kristen “Ghattash” yang terkenal di Saidaa, maka keluarga setempat bergegas membawa gadis tersebut ke puskesmas Dr.Ghassan Hammoud, akan tetapi para medis tak sanggup menyembuhkannya lalu meminta keluarga untuk memindahkannya ke rumah sakit Universitas Amerika di Beirut.

Karena parahnya kondisi gadis tersebut, sesampainya di Beirut, para dokter medis di bantu dokter dari Amerika, melakukan rapat terkait parahnya luka tembusan peluru yang terlalu dalam dan pendarahan yang cukup besar, akhirnya para medis menyerah dan keluargapun kecewa, sontak si ibu gadis tersebut yang ia seorang Kristen menjerit dengan memanggil” dimana Anda wahai Muhammad, dimana anda wahai yang dinamakan Rasul orang muslim, kemarilah dan saksikan apa yg tlah dilakukan umatmu, mereka telah membunuh putriku karna memperingati hari kelahiranmu”.

Disaat peristiwa yang mengharukan tersebut beberapa dokter di kamar gadis itu pun keluar untuk menyuruh masuk si ibu, untuk melihat putrinya yg di kabarkan akan meninggal “si ibu gemetar dan lemas,serasa badan tak kuasa bergerak iapun perlahan berjalan menuju kamar putrinya, ketika membuka pintu ia mendapatkan putrinya sedang duduk lalu berkata”ibu cepat tutup lagi pintunya dan peganglah ia” ibupun tercengang,berjuta pertanyaan mengitari pikirannya, apa maksud perkataan putrinya tsb,dan kog tiba-tiba ia sadar dari kondisi koma lanjut ibu berkata apa yang km maksud nak? Putrinya berkata:”Muhammad ada disini bu ia datang dan memegang kepalaku, luka dan darah seketika sembuh”, ibu pun gemetar dan tak lama ia bersyahadat beserta keluarga besar al-Ghattash dan dikuti beberapa dokter yang menyaksikan kejadian nyata tersebut, lihatlah bagaimana Ar-Rasul saww menyambut panggilan seorang ibu Kristen.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah tersebut adalah apabila keluarga Nasrani saja mendapatkan keberkahan dan kebaikan dengan memanggil dan menyebut nama Nabi saww apalagi kita kaum Muslimin yang memiliki dan menjadi umat Nabi saww dimana sebelum kita semua dilahirkan ar-Rasul saww di detik-detik akhir hayat beliau menyebut dan memanggil kita semua dengan penuh cinta dan harapan…ummati…ummati…ummati…

Maka sudah selayaknyalah kita mengikuti perintah dan larangan beliau saww dan sering menyebut nama beliau siang dan malam agar kita semua menjadi hamba yang pandai bersyukur.(Kisah ini diceritakan ulang oleh Habib Salim asy-Syathri)

SETIAP HARI ADALAH MAULID SETIAP WAKTU ADALAH KECINTAAN….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *