ASN, INTOLERANSI DAN RADIKALISME

By on Oktober 17, 2019

Jakarta: Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dinonaktifkan karena terbukti tak setuju dengan ideologi Pancasila. Pernyataan kontroversial itu terungkap saat pejabat tersebut berkunjung ke Kalimantan.

“Setelah dilacak, ternyata benar. Pak Tjahjo (Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo) langsung me-nonjob-kan yang bersangkutan,” kata Pelaksana tugas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono, saat diwawancarai Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019.

Penonaktifan pejabat itu merupakan upaya pemerintah untuk memberi efek jera. Hariyono mengatakan pengetahuan soal Pancasila saat ini sudah mulai ditinggalkan. Tak terkecuali oleh aparatur sipil negara (ASN), bahkan oleh anggota TNI dan Polri.

“Riset-riset yang sudah dilakukan oleh lembaga sosial, perguruan tinggi, maupun sejumlah lembaga negara, menunjukkan ada ASN yang tak setuju Pancasila,” kata dia. Indikasi lain, ujaran kebencian masih banyak digunakan ASN.

Untuk itu, lanjut Hariyono, perlu ada pengarusutamaan Pancasila yang dilakukan semua pihak. “Menurut saya ini sangat darurat,” ujarnya.

Dia mengambil contoh saat orang berani menusuk Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. “Pejabat saja tak aman, apalagi masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Ia menegaskan pengarusutamaan Pancasila harus segera dilakukan sebelum Indonesia mengalami peristiwa perang saudara seperti yang terjadi di Timur Tengah.

Sejak reformasi, ia mencatat, Pancasila sudah hilang dari ruang publik. Pengetahuan publik terhadap Pancasila semakin menurun.

“Sehingga, orang banyak yang tak respek terhadap Pancasila. Bukan hanya masyarakat awam, aparatur negara bahkan anggota TNI dan Polri juga (tak percaya),” ujarnya.

Salah satu cara agar Pancasila kembali kuat sebagai dasar negara, lanjut dia, adalah mewajibkan setiap aparat negara untuk menggunakan Pancasila sebagai landasan pengambilan kebijakan. “Pancasila tak hanya sebagai hafalan.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *